Cheers to Youth
"Don't be so hard on yourself, it's your first time living"
He told me for his
hard work on the way home
It wasn't easy, but it
wasn't bad either
In this suffocating
world
I laughed for a moment
at one small thing.
Lima pemuda dengan cerita dan dunianya masing-masing telah
berhasil merilis sebuah nyanyian berjudul "Cheers to Youth" yang
didedikasikan kepada para remaja. Lagu tersebut ditulis oleh Woozi yang
merupakan salah satu member dari SEVENTEEN, nama keluarga mereka, setelah ia
terinspirasi dari salah satu rekannya yakni Hoshi yang sempat berucap,
"Eojjeoda boni cheoeumeuro majuhaneun oneuriraseo" dengan arti mendalam bahwa bagaimana pun
juga ini adalah kali pertama kamu menjalani kehidupan. Serangkaian lirik yang
tercipta sangat relate dengan jiwa para remaja yang sering kali memaksa diri
sendiri untuk terus berjuang keras demi masa depannya yang tidak menentu,
bahkan tanpa pernah berpikir soal kesehatan.
Menjadi dewasa terlihat menyenangkan namun yang pasti akan
ada begitu besar rasa ketakutan yang tertanam setelah melewati masa-masa sulit
yang mesti dilalui sebelumnya. Namun, apakah salah untuk beristirahat sebentar?
Apakah salah untuk sekadar bermalas-malasan barang hanya sehari? Apakah salah
jika sekali-kali tidak bersikap keras pada diri sendiri? Dunia dan waktu tidak
akan menyalahkanmu, sebab kita hanya terlalu khawatir dengan apa yang
semestinya
Lantas, dengan kesempatan hidup yang pertama dan yang
terakhir kali, bagaimana kamu bisa menjadi baik semenjak awal?
Berbahagialah untuk hal-hal yang sederhana dalam kehidupan.
Bernapaslah sebanyak-banyaknya orang normal yang paling bahagia, makanlah
sebanyak-banyaknya makanan yang kamu suka, nikmatilah waktu tidurmu dengan
sebaik-baiknya sebab skenario yang ada dalam kepalamu tidak akan terulang
kembali, dan berpikirlah bahwa kebahagiaan akan ada di setiap titik dan waktu.
Tuhan menciptakan seisi dunia selayaknya surga, lengkap dengan setiap hal yang
telah disempurnakan. Lakukan yang terbaik bukan untuk orang lain, melainkan
setidaknya untuk dirimu sendiri. Hidup terlalu keras bila kamu harus dengan
sangat terpaksa mendengarkan celotehan orang lain yang menelan makanan yang
sama dengan kamu.
Mestilah kamu meyakinkan dirimu sendiri bahwa kamu
'baik-baik saja' walaupun sesulit mendapatkan sepeser uang tanpa perlu bekerja,
namun hal tersebut akan sangat bermakna bagi hati dan jiwamu yang rapuh.
Carilah bagian lain dalam dirimu yang dapat membantu kamu untuk tetap
tersenyum. Jika dalam kehidupan yang pertama kali, kamu gagal menjadi yang
terbaik, setidaknya jadilah baik dan itu sudah lebih dari cukup.

